SEMARANG – Limbah organik dan dedaunan di sekitar kita ternyata bisa disulap menjadi produk fashion bernilai ekonomi tinggi. Tim Pengabdian Masyarakat dari Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan (BSFT), Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) mengangkat potensi tersebut dengan menggelar kegiatan “Pelatihan Ecoprint Berbasis Kearifan Lokal bagi Darma Wanita FSM UNDIP untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Kreatif (SDGs 8)” pada Jum’at (13/03) lalu.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus FSM UNDIP ini dirancang untuk membekali para anggota Darma Wanita dengan keterampilan teknis pengolahan pewarna tekstil alami. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Rangkaian acara diawali dengan sesi sosialisasi yang membuka wawasan para peserta. Tim Pengabdian memaparkan bagaimana kearifan lokal, seperti pemanfaatan daun jati, jarak, hingga daun lanang yang mudah ditemukan di sekitar kita, bisa menjadi pewarna alami yang sangat potensial. Di tengah tren fashion berkelanjutan (sustainable fashion), produk berbahan pewarna alam ini terbukti ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran karena keunikannya.

Setelah pengenalan ecoprint, kegiatan dilanjutkan dengan sesi demonstrasi. Tim pengabdian menunjukkan cara kerja teknik ecoprint secara singkat dan padat. Mereka memperlihatkan bagaimana daun-daun tersebut ditata di atas kain yang sudah disiapkan. Selanjutnya, para anggota Darma Wanita juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik blanket di atas media kain. Dengan antusiasme tinggi, mereka menyusun komposisi daun dan menekannya perlahan untuk memindahkan pigmen alami tanaman ke serat kain.
Keseruan praktik ini menghasilkan beragam karya dengan motif dan gradasi warna alam yang sangat estetik dan eksklusif, mengingat tidak ada satu pun cetakan daun yang benar-benar sama. “Hasilnya ternyata sangat cantik dan memang layak jual,” ujar salah satu anggota Darma Wanita yang mengikuti pelatihan. Melalui pendekatan yang santai namun edukatif ini, Tim Pengabdian FSM UNDIP berharap keterampilan ecoprint tidak berhenti sekadar menjadi hobi baru bagi ibu-ibu Darma Wanita. Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan mampu memantik semangat kewirausahaan, memberdayakan perempuan untuk menciptakan produk ekonomi kreatif sendiri, dan pada akhirnya berkontribusi dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. (Tim)