Tingkatkan Literasi Kesehatan Generasi Muda, Dosen Biologi UNDIP Gelar Penyuluhan Mikroplastik di SMP Negeri 9 Semarang

bio.undip.ac.id. Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Reguler bertema “Penyuluhan Potensi Gangguan Kesehatan Akibat Paparan Mikroplastik untuk Siswa SMP Negeri 9 Semarang dalam Rangka Mendukung SDGs 3”, Semester Genap 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada 7 April 2026 di SMP Negeri 9 Semarang.

Kegiatan ini diketuai oleh Rizki Sandhi Titisari, S.Si., M.Si., dengan tiga dosen anggota: Dr. Sunarno, S.Si., M.Si., Dr. Sri Isdadiyanto, S.Si., M.Si., dan Dr. Agung Janika Sitasiwi, M.Si. — seluruhnya merupakan staf pengajar di Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Hewan (BSFH) Departemen Biologi FSM UNDIP. Lima mahasiswa S1 Biologi FSM UNDIP turut dilibatkan sebagai pembantu pelaksana. Kegiatan ini dibiayai oleh DIPA PNBP Fakultas Sains dan Matematika UNDIP.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi kesehatan terkait mikroplastik di kalangan siswa sekolah menengah, tim PkM Departemen Biologi FSM UNDIP merancang intervensi edukatif yang kontekstual, berbasis bukti ilmiah, dan berorientasi pada perubahan perilaku nyata. Rangkaian kegiatan penyuluhan dirancang interaktif dan berbasis bukti ilmiah. Siswa diajak memahami bagaimana plastik yang dibuang ke lingkungan secara bertahap terfragmentasi menjadi partikel-partikel mikroskopis akibat paparan sinar UV, abrasi mekanis, reaksi kimia, dan aktivitas mikroba — proses yang bersifat tidak dapat dibalik.

Materi kemudian diperluas ke jalur-jalur paparan yang selama ini luput dari perhatian: ingesti melalui air minum kemasan, makanan laut, garam dapur, bahkan teh celup berbahan plastik yang melepas miliaran partikel nanoplastik setiap kali diseduh air panas; inhalasi melalui serat tekstil sintetis dan debu jalan dari abrasi ban kendaraan; hingga kontak kulit melalui produk kecantikan yang mengandung microbeads.

Salah satu sesi yang paling menarik antusias siswa adalah pengenalan kode resin plastik (1–7) — simbol segitiga yang tercetak di bagian bawah hampir setiap produk plastik. Dengan media edukasi berupa poster dan lembar kerja, siswa dilatih mengidentifikasi jenis plastik, memahami mana yang relatif aman dan mana yang perlu dihindari, terutama saat bersentuhan dengan makanan atau minuman panas.

“Saya baru tahu kalau styrofoam itu kode 6 dan berbahaya kalau kena panas. Sekarang saya mau bilang ke orang tua di rumah supaya tidak beli makanan pakai styrofoam lagi,” ungkap salah satu siswa peserta.

Sebagai luaran konkret kegiatan, tim menyusun Buku Saku Mengenal Mikroplastik & Dampaknya bagi Kesehatan — panduan ringkas berformat A5 yang dirancang khusus untuk siswa SMP. Buku saku ini memuat penjelasan ilmiah yang disederhanakan, dilengkapi lima diagram ilustrasi berbasis data jurnal internasional bereputasi, tabel kode resin plastik, serta tips pencegahan yang praktis dan aplikatif.

“Kami ingin siswa punya pegangan setelah kegiatan ini selesai. Bukan hanya mendengar lalu lupa, tapi benar-benar memiliki referensi yang bisa mereka baca ulang dan bagikan ke keluarga,” jelas Rizki Sandhi Titisari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UNDIP dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-being. Melalui pendekatan promotif-preventif berbasis literasi sains, tim berharap pengetahuan yang ditanamkan hari ini akan tumbuh menjadi kebiasaan dan gerakan nyata di lingkungan keluarga dan masyarakat yang lebih luas.

Kepala SMP Negeri 9 Semarang menyambut positif kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dengan UNDIP. Isu mikroplastik ini relevan sekali dengan kehidupan sehari-hari siswa, dan pendekatan yang digunakan tim sangat mudah dipahami oleh anak-anak,” tuturnya.

Ke depan, tim PkM berencana memperluas jangkauan program serupa ke sekolah-sekolah lain di Kota Semarang, seiring meningkatnya urgensi literasi kesehatan-lingkungan di tengah masyarakat.