bio.undip.ac.id. Universitas Diponegoro (Undip) kembali memperkuat eksistensi akademiknya di kancah internasional. Ketua Ce-MEBSA sekaligus Ketua Departemen Biologi FSM Undip, Prof. Drs. Sapto P. Putro, M.Si., Ph.D., hadir sebagai pembicara dalam 9th International Conference on Multi-Disciplinary Research Studies and Education (ICMDRSE-2026) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 29–30 Mei 2026.
Dalam forum global bertema “Empowering Education and Research: Shaping the Future through Collaboration and Innovation” ini, Prof. Sapto memaparkan riset strategis berjudul “Multi-Bioindicator Framework for Environmental Biomonitoring and Biosecurity Surveillance in IMTA Floating”. Penelitian ini mengintegrasikan indikator ekologis dan strategi budidaya perairan Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) berbasis jaring apung demi menjaga kesehatan ekosistem laut dan meningkatkan produktivitas perikanan yang sejalan dengan Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Di era kemajuan teknologi dan tantangan lingkungan saat ini, pendekatan kolaboratif lintas disiplin ilmu sangat krusial untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan,” ujar Prof. Sapto. Ia juga memperkenalkan Ce-MEBSA Undip sebagai mitra akademik resmi yang berkomitmen mendukung pertukaran ilmu dan memperluas jejaring riset global.
Konferensi bergengsi ini menjadi wadah kolaborasi para pakar dunia. Selain Undip, acara ini dihadiri oleh tokoh kehormatan internasional seperti Siddth Kumar Chhajer (IFERP India), Kojobekova Aijarkyn (AIU Kirgistan), dan Dr. Goh Wei Wei (Taylor’s University, Malaysia).
Sederet ilmuwan lintas negara juga turut membagikan pemikirannya, antara lain Prof. Abirlal Mukherjee (India), Prof. Athula Gnanapala (Sri Lanka), serta para akademisi dari kampus ternama Malaysia (UTM, UiTM, UNISZA, UNIMAS), Thailand (Khon Kaen University), Arab Saudi (Saudi Electronic University), Irak (Al-Ayen Iraqi University), hingga pakar industri dari Amerika Serikat (CVS Healthcare USA).
Partisipasi aktif ini menjadi bukti nyata pengakuan internasional terhadap kualitas riset Undip dalam menghadirkan solusi ilmiah bagi tantangan lingkungan global.
Informasi ini juga diberitakan di jatengdaily.com