Mahasiswa Biologi Undip Raih Gold Medal pada Ajang Internasional BIICC 2026 di Malaysia

Semarang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Diponegoro. Tim peneliti yang dipimpin oleh Layla Witrah dari Universitas Diponegoro berhasil meraih Gold Medal pada ajang Borneo International Innovation Creativity Competition (BIICC) 2026 yang diselenggarakan oleh Malaysia Young Scientists Organisation (MYSO) di Universiti Malaysia Sabah, Kota Kinabalu, Malaysia, pada 19-23 Juni 2026. Kompetisi internasional tersebut mempertemukan inovator, peneliti, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil penelitian dan inovasi terbaik mereka.

Penghargaan Gold Medal diraih melalui karya ilmiah berjudul “Sarabba: Phytochemical Profile, and Health Potentials of a Bugis Heritage Beverage” yang disusun oleh Layla Witrah dan Yolanda Christania Simbolon di bawah bimbingan Lailia Nofiana, M.Si dari Universitas Diponegoro. Penelitian ini mengangkat potensi minuman tradisional khas Bugis, Sarabba, sebagai minuman fungsional berbasis warisan budaya yang memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Penelitian tersebut merupakan tinjauan sistematis yang mensintesis lebih dari 100 publikasi internasional untuk mengkaji profil fitokimia dan potensi kesehatan Sarabba. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahan-bahan penyusun Sarabba, seperti jahe, lada hitam, cengkeh, pala, dan santan kelapa, mengandung berbagai senyawa bioaktif penting, antara lain gingerol, shogaol, piperine, eugenol, dan asam lemak rantai sedang (MCFA), yang berpotensi memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, hingga termogenik. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai kesenjangan penelitian yang perlu dilakukan untuk mendukung pengembangan Sarabba sebagai minuman fungsional berbasis bukti ilmiah.

Keberhasilan meraih Gold Medal pada kompetisi internasional ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kualitas penelitian yang dihasilkan, tetapi juga menjadi bukti bahwa kearifan lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan diperkenalkan di tingkat global melalui pendekatan ilmiah modern. Prestasi ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak penelitian yang mengangkat kekayaan hayati dan budaya Indonesia sebagai sumber inovasi berdaya saing internasional.

Layla Witrah menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan motivasi untuk terus melakukan penelitian yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan warisan budaya Nusantara. Menurutnya, Sarabba tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk minuman fungsional unggulan Indonesia di masa mendatang.

Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen Universitas Diponegoro dalam mendukung penelitian inovatif, pelestarian budaya lokal, serta peningkatan reputasi akademik di kancah internasional.